Tahun 1631, seorang wanita bernama Mumtaz Mahal wafat usai melahirkan. Meski suaminya seorang penguasa kerajaan besar, nyawa sang belahan jiwa tetap tak mampu diselamatkan. Shah Jahan, nama suami itu, memerintahkan agar istrinya diistirahatkan dalam bangunan megah terbuat dari marmer putih yang dikelilingi oleh taman laksana surga.

Banyak pria sadar bahwa perilaku romantis mereka tidaklah cukup untuk pasangannya. Mereka bisa saja terus menerus memberikan mawar untuk kekasih, tapi bisakah mereka membangunkan sebuah Taj Mahal untuknya?[1]

Shah Jahan adalah penguasa suni dari sebuah dinasti ahlusunah. Meskipun istri tercintanya ialah seorang penganut Syiah. Tidak ditakdirkan untuk saling membenci, mereka justru jatuh cinta. Mereka menikah dan melahirkan kekaisaran berikutnya. Kini mereka dimakamkan dengan damai berdampingan.

Embed from Getty Images

Kedamaian itu terganggu oleh kepentingan politik. Azam Khan, politisi negara bagian Uttar Pradesh, membuat pernyataan kontroversial soal kepemilikan Taj Mahal. Azam mendukung tuntutan bahwa bangunan monumental itu merupakan makam yang seharusnya dikelola Dewan Wakaf Suni. Klaim itu diungkapkan agar partainya dapat merebut suara muslim.[2]

Ucapan itu tak pelak memantik api. Giliran Dewan Wakaf Syiah yang menyatakan bahwa bangunan itu harus diserahkan ke mereka. Alasannya, Mumtaz Mahal yang menjadi sebab Taj Mahal dibangun adalah seorang Syiah. Mumtaz Mahal yang bernama asli Arjumand Banu merupakan putri dari Abu’l Hasan Asaf Khan, bangsawan Persia terhormat.

“Taj Mahal merupakan makam agung. Di bagian barat ada sebuah masjid. Dekat masjid ada kolam air (hauz) dan penganut Syiah lazim mengambil air wudu dari kolam depan masjid. Sementara di bagian timur ada ruangan besar yang biasa digunakan untuk salat berjemaah dan berduka saat bulan Muharam,” ungkap Syed Faiyyaz Haidar dari Komite Imam-e-Raza.[3]

Di saat kedua dewan wakaf itu berdebat, Taj Mahal dikelola dan dijaga oleh Badan Survei Arkeologi India. Badan survei tersebut mempertanyakan ribuan barang wakaf suni dan puluhan properti wakaf Syiah yang selama ini tidak dikelola dengan baik. Misalkan Masjid Jama di Agra yang juga dibangun oleh Shah Jahan untuk anaknya, Jahanara Begum. Dewan Wakaf Suni hanya menagih biaya sewa toko di sekitar masjid, tapi yang merawat justru Badan Survei Arkeologi India dengan biaya sendiri.

Embed from Getty Images

Di saat yang sama, tak semua Syiah setuju soal wacana pengambilalihan Taj Mahal. Yasub Abbas dari All India Shia Personal Law Board menolak tuntutan suni dan Syiah. “Memang benar Mumtaz adalah seorang Syiah, tapi Taj Mahal tetap situs sejarah. Dewan wakaf suni maupun Syiah tak mampu menjaga harta yang sudah ada.”

Tak hanya ketidakmampuan, orang-orang di dalam kedua dewan wakaf itu sudah ada yang dikenakan tuduhan korupsi. Itu sebabnya, pemerintah negara bagian Uttar Pradesh berencana untuk menggabungkan dewan wakaf suni dan Syiah untuk mengurangi pemborosan uang.[4] Menteri Negara Urusan Wakaf akan membentuk Dewan Wakaf Muslim Uttar Pradesh.

Shah Jahan, seorang raja suni, sangat mencintai istrinya yang merupakan penganut Syiah, Mumtaz Mahal. Bangunan megah tempat peristirahatan terakhir mereka menjadi bukti harmoni suni dan Syiah. Sebuah pengingat bahwa ada masa ketika inti dari hubungan sepasang kekasih beda mazhab itu adalah cinta. Taj Mahal seharusnya mampu menyatukan suni dan Syiah kini.

Referensi:

[1] ^ Moghul, Haroon (12 Februari 2016). “Islam was a religion of love, and the Taj Mahal proves it.” The Washington Post.

[2] ^ Upadhyay, R. (13 November 2017). “India: Taj Mahal — An Avoidable Controversy.” Sri Lanka Guardian.

[3] ^ Srivastava, Piyush (27 November 2014). “Shia and Sunni waqf boards battle for control of Taj Mahal.” Daily Mail.

[4] ^ PTI (22 Oktober 2017). “UP government mulling merging Shia, Sunni Waqf boards”. Financial Express.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.