Tahun 817, Khalifah Abbasiyah bernama Al-Ma’mun memanggil paksa seorang keturunan nabi saw. bernama Imam Ali Al-Ridha. Imam Ridha, yang merupakan salah seorang imam Syiah, akhirnya meninggalkan Madinah menuju Khorasan, Iran. Melintasi belantara, Imam melihat pemburu sedang membidikkan anak panah untuk membunuh rusa gazel betina. Rusa yang tak berdaya itu memandang Imam penuh harap pertolongan.

Imam Ridha berkata kepada pemburu, “Lepaskanlah. Rusa ini memiliki anak-anak yang tengah kelaparan. Berikan dia kesempatan untuk memberi makan dan melihat anaknya untuk terakhir kali.” Pemburu itu marah, “Dari mana engkau tahu dia punya anak? Jika dilepas, saya akan sulit mendapatkannya lagi!” Imam menjawab, “Lihatlah tatapan matanya. Lepaskan dan saya akan menjadi penjamin atas kembalinya rusa itu.”

Melihat wajah dan tutur kata Imam, pemburu setuju. Rusa itu segera lari meninggalkan pemburu dan Imam. Selang beberapa saat menunggu dengan gelisah, pemburu itu terperanjat melihat rusa kembali dengan membawa kedua anaknya. Pemburu berkata, “Rusa ini telah memberiku pelajaran.” Imam melanjutkan, “Hidup akan menjadi sulit tanpa adanya kedermawanan, kebaikan, dan akhlak baik.” Akhirnya, pemburu memutuskan untuk membebaskan induk rusa serta kedua anaknya.

Kisah di atas begitu masyhur di wilayah Persia dan Subbenua India serta menjadi tradisi lisan turun-temurun. Di wilayah tersebut, Imam Ridha dikenal sebagai Imam-e Zamin atau Imam Penjamin. Kelompok sufi seperti tarekat Bektashi dan Qizilbash akrab dengan cerita tersebut. Namun kisah Imam Ridha menolong rusa tidak pernah ditemukan dalam kitab hadis. Riwayat pertolongan kepada rusa dalam kitab hadis Syiah justru dilakukan oleh Rasulullah saw. dan imam ahlulbait lain.

Farshchian melukis wajah Imam Ridha

Kisah Imam Ridha yang mencerminkan ajaran Islam dalam memperlakukan hewan menginspirasi Mahmoud Farshchian untuk melukiskan kisah tersebut. Maestro lukis asal Iran mengilustrasikan Imam Ridha dengan sentuhan lingkaran cahaya atau halo. Namun, bagaimana maestro lukis kelahiran tahun 1930 itu bisa melukiskan wajah Imam Ridha?

Berawal pada tahun 1980 ketika Farshchian pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani operasi jantung. Berharap prosedur perawatan berjalan lancar, Farshchian bertawasul kepada Imam Ridha. Saat tes terakhir sebelum operasi, secara mengejutkan tidak ditemukan tanda penyakit. “Jantung engkau sehat dan tidak memerlukan operasi,” kata tim dokter tidak percaya. Farshchian kemudian bermimpi bertemu Imam Ridha. Dalam mimpinya, Imam berkata lembut kepada Farshchian, “Lihatlah aku dan lukislah.” Sejak saat itu, Farshchian memutuskan untuk melukis Zamin-e Ahoo atau The Guarantor of the Gazelle.

Selesai dengan karyanya tersebut, Farshchian menghabiskan waktu lebih dari satu tahun untuk menghasilkan The Guarantor of the Gazelle II. Dalam lukisan kedua ini, pemburu menyesali rencananya untuk membunuh rusa dengan membuang peralatan berburu dan tertunduk menghormati Imam Ridha. Sikap rusa dalam mencari pertolongan juga dilukiskan dengan cemerlang oleh Farshchian.

Kedua lukisan Sang Penjamin Rusa dipersembahkan Farshchian kepada Museum Astan Qods Razavi yang berlokasi di dekat makam Imam Ridha di kota Mashhad, Iran. Nama Mahmoud Farshchian tercantum dalam 2000 Outstanding Intellectuals of the 21st Century dan mahakaryanya telah ditampilkan di berbagai museum dan pameran seluruh dunia.

Referensi:

[1] ^ Namqi, Hussain Zahidi. “The Guarantor of Gazelle.” Imam Reza Network. Diakses pada 28 Desember 2020.

[2] ^ IFP Editorial Staff. (19 Oktober 2020). “Master Farshchian: I Saw Imam Rezaā€™s Face and Painted Him!” Iran Front Page. Diakses pada 28 Desember 2020.

[3] ^ RM/MMS/YAW. (17 Oktober 2020). “Farshchian painting Guarantor of Gazelle depicts kindness to animals in Islam”. Tehran Times. Diakses pada 28 Desember 2020.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.