Abd Al-Salam berbicara dengan tenang dan senyum saat ditemui di pusat tarekat Kasnazani kota Baghdad, Irak. “Saya tidak melakukan latihan untuk ritual ini. Saya cukup mengikuti keyakinan tarekat kami. Awalnya sakit, tapi sekarang sudah terbiasa. Saya sudah melakukannya selama dua puluh tahun,” katanya. Setengah jam sebelumnya, Abd Al-Salam menghancurkan lampu neon dengan gigi dan menelannya, termasuk merkuri yang ada di dalam lampu.

Abd Al-Salam adalah anggota tarekat Kasnazani, sub-ordo cabang tarekat Qadiriyah Islam sufi yang sudah ada hampir seribu tahun lalu yangā€”menurut merekaā€”dapat ditelusuri kembali ke Nabi Muhammad saw. Mereka berkumpul dua kali seminggu di ibukota Irak untuk mempraktikkan tradisi ritual. Di sebuah masjid kecil, setelah salat para pria melakukan zikir asmaulhusna. Mata tertutup dan kepala bergoyang, mereka memasuki tahapan ekstase. Ketika lantunan semakin cepat, bunyi genderang mengiringi. Anggota tarekat ada yang diam karena memasuki tahap mistik, ada pula yang berayun maju mundur atau berputar, meneriakkan pujian kepada Allah dan nabi-Nya.

Rangkaian ritus tiba pada fase terakhir dan paling mengerikan. Beberapa peserta menusuk tubuh mereka dengan besi tajam. Ada yang bagian pipi, lidah, tenggorokan, dada, hingga rongga mata. Seorang penabuh genderang bahkan menancapkan kepalanya dengan dua pisau. Setelah melepas semua alat, para pria itu melantunkan nyanyian kembali seolah tidak terjadi apa-apa.

Embed from Getty Images

Membuktikan eksistensi Tuhan

Sufi merupakan hal biasa di dunia Islam. Namun sedikit yang melangkah jauh dalam praktik berbahaya seperti yang dilakukan tarekat Kasnazani. Mengapa mereka melakukan ritual ini? “Perbuatan ini dilakukan untuk membuktikan kemahakuasaan Tuhan, berkah-Nya, kepada mereka yang meragukan-Nya. Keberkahan ini seperti kekuatan spiritual dan karunia Ilahi yang diberikan kepada beberapa orang untuk melakukan perbuatan supranatural,” kata Dr. Redha, profesor di Universitas Alsalam.

Didirikan di Baghdad oleh Abdul Qadir Al-Jailani, tarekat ini tidak biasa dalam banyak hal. Fakta mengejutkan kedua tentang ordo sufi ini adalah pengikutnya terdiri dari muslim Syiah dan suni. “Praktik kami sebagai tarekat sufi tidak bertentangan dengan prinsip mazhab suni. Kita semua menghadap Tuhan yang sama. Sama seperti Syiah, kami juga mengagumi pengorbanan Ali dan Husain,” kata Abd Al-Salam.

Hassan Al-Jabiri, seorang imam sufi, mengatakan, “Orang Irak tidak akan bersatu tanpa adanya sufisme. Lihatlah: suni dan Syiah salat bersama menghadap Allah… Qadiriyah merupakan jalan Tuhan yang benar karena menarik orang bersama-sama.”

Embed from Getty Images

Keyakinan dan praktik dalam ancaman

Meski memiliki pesan kedamaian yang universal, Kasnazani menjadi target diskriminasi. “Kami tidak terlalu terancam di era Saddam Hussein, tapi perkembangan Islam radikal beberapa tahun terakhir mengkhawatirkan. Invasi Amerika Serikat membawa kekacauan politik dan memicu radikalisme,” kata Nuri Jasem, peneliti di Pusat Dunia Sufisme dan Studi Spiritual Tarekat Kasnazani.

Pada tahun 2006, sebuah bom mobil menghancurkan masjid mereka. Anggota Kasnazani banyak yang diculik dan dibunuh. “Dalam 15 tahun terakhir, kami memperkirakan tidak kurang dari 3.000 anggota Qadiriyah dibunuhā€”karena keyakinan mereka,” kata Jasem.

Meski tujuan ritual “supranatural” Kasnazani untuk membuktikan eksistensi Tuhan, terkadang efeknya justru kontraproduktif. Orang-orang yang melihat video ritual mereka di media sosial bereaksi negatifā€”seperti mengungkapkan rasa jijik atau justru menganggap para sufi menggunakan “ilmu hitam” dalam melakukan ritualnya.

Terlepas dari ancaman dan kesalahpahaman, anggota tarekat Kasnazani percaya bahwa pesan mereka akan lebih dipahami di masa mendatang. “Qadiriyah bukan semata menikam (diri sendiri). Ada sesuatu yang lebih tinggi dan suci dari pada itu. Seorang darwis sejati tidak membeda-bedakan antara manusia atau agama.”

Referensi:

Mercadier, Sylvain (26 Novermber 2018). “Meet the Kasnazani, the Sufi order that practices life-endangering rituals”. The New Arab. Diakses pada 26 Desember 2018.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.