Satu hari khusus dalam setahun, jutaan hewan ternak menemui takdirnya. Biasanya kambing, domba, sapi, atau unta. Namanya Iduladha, secara harfiah berarti hari raya kurban. Aktivis hak asasi hewan dan orang Barat heran dan marah. Hari raya kok membunuh hewan? Padahal, ritual kurban juga lekat dengan tradisi Yahudi dan Kristen. Seperti cerita Alkitab tentang kurban Ishak.

Bagi Islam, berkurban terutama pas musim haji itu sebenarnya simbol. Simbol pengorbanan hawa nafsu. Penyembelihan amarah. Kurban simbol bersyukur dan ketaatan, upaya mendekatkan diri kepada Allah. Sekiranya daging itu tidak ada manfaatnya, hikmahnya tetap ada. Daging itu dibagikan kepada orang yang butuh. Saudara kita yang fakir dan mungkin jarang mengonsumsi daging.

Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.

Q.S. Al-Ḥajj: 37

Tapi ritual hari raya kurban atau akikah bikin orang salah kaprah. Makan daging dianggap ritual agama. Hanya karena nabi saw. makan daging, seolah itu gaya hidup islami. Muslim yang memilih jadi vegetarian dianggap ganjil. Padahal Islam punya aturan ketat soal konsumsi daging. Ada aturan dan adab berinteraksi dengan hewan. Termasuk proses penyembelihan. Mulai dari pisau yang wajib tajam sampai darah yang harus habis dikeluarkan.

Kata Syekh Hamza Yusuf, sejarahnya, orang Islam itu sedikit makan daging. Daging bukan keharusan syariah. Zaman dulu, kelas menengahnya makan daging seminggu sekali—pas hari Jumat. Jika mereka miskin, pas hari raya saja. Kalau kita baca beberapa riwayat, ada dukungan atas pertanyaan itu.

Embed from Getty Images

Dalam Al-Mu‘jam Al-Kabīr, Rasulullah saw. berkata, daging sapi penyebab munculnya penyakit. Tentu maksudnya, jika dimakan terlalu banyak. Beberapa dokter bilang, terlalu banyak makan daging merah bikin sakit pencernaan bahkan menyebabkan kanker. Ada juga yang bilang, bisa menyebabkan masalah kulit. Tradisi Syiah juga ada riwayat serupa. Imam ‘Alī bin Abī Ṭālib a.s. berkata, “Makanlah buah tin untuk menyembuhkan kolik. Kurangi makan daging karena merusak tubuh.”

Kalau diperhatikan, hadis dalam Islam itu mendorong kita untuk makan lebih sedikit daging. Sayid Ali Khamenei mengatakan, menurut syariah tidak ada masalah jika mau menjadi seorang vegetarian. “Namun, makan daging dalam Islam itu boleh tapi makruh jika terlalu banyak.” Sejarah mencatat, nabi pernah selama empat bulan tidak makan daging dan tidak mencarinya. Dia baru makan ketika dikasih seseorang.

Maneka Gandhi, aktivis lingkungan hidup asal India, bahkan menganggap Nabi Muhammad saw. sebagai satu dari lima vegetarian paling luar biasa. Empat lainnya itu Yesus, Buddha, Jalaluddin Rumi, dan Mahatma Gandhi. Tapi sayang, banyak pengikut mereka justru makan daging dalam jumlah besar.

Rumi memang luar biasa. Dia mistik sufi besar, tapi juga ahli hukum dan teolog. Rumi percaya semua makhluk hidup suci: bahkan batu yang terlihat tak bernyawa. Dia lahir di keluarga pengonsumsi daging. Tapi umur 12 tahun dia menulis syair tentang bagaimana mungkin kita membunuh makhluk untuk puaskan selera. Kemudian sejak itu Rumi menjadi vegetarian hingga akhir hayatnya. Dia teguh menghindari susu dan produknya. Bahkan menahan diri menyembelih saat Iduladha.

Jika aktivis hewan heran dengan hari raya kurban, kita patut lebih heran. Menurut data, negara pemakan daging terbanyak di dunia itu Amerika Serikat dan Australia. Daftar selanjutnya juga bukan negara mayoritas muslim. Kini, mengurangi makan daging bukan cuma sejalan dengan kebiasaan muslim zaman dulu. Tapi juga selaras dengan upaya mengurangi pemanasan global dan menjaga alam.

Referensi:

[1] Gandhi, Maneka Sanjay (3 Desember 2018). “What the great Sufi mystic Rumi wrote on Vegetarianism”. New Delhi Times. Diakses pada 5 Desember 2018.

[2] Azarpour, Ebrahim; Moraditochaee, Maral; Bozorgi, Hamid Reza (Januari 2015). “Study Quranic plants in Hadiths”. Biological Forum – An International Journal. 7(1): 122. No.ISSN (Online): 2249-3239

[3] Khan, Asyha (12 September 2016). “On Eid al-Adha, questioning Muslims’ passion for meat”. USA Today.

[4] Suresh, K.G. (22 Desember 2015). “Eating beef not an Islamic ritual”. The Pioneer.

[5] Mayton, Joseph (26 Juli 2013). “Eating Less Meat Is More Islamic”. Khaleafa.

[6] Trisulistiowaty, Endah (27 Maret 2016). “Kurangi Konsumsi Daging, Menghindari Pemanasan Global”. National Geographic Indonesia.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.