Ibrahim sangat senang ketika bayinya lahir pada tahun 1951 di Jalur Gaza. Dia menamai bayi mungil itu: Fathi Shaqaqi. Beranjak remaja, baru berusia 15 tahun, Fathi kehilangan ibunya. Fathi yang tertarik dengan ilmu matematika, memutuskan untuk mendalaminya di sebuah universitas Tepi Barat. Di kampus inilah, Fathi bergaul dengan berbagai kelompok. Dia mengagumi Imam Hassan Al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimun, dan Syekh Ahmed Yassin, pendiri Hamas.

Lulus kuliah, Fathi berangkat ke Mesir untuk belajar medis, namun semakin asyik dengan isu dunia Islam. Dia berkenalan dengan Syekh Omar Abdel-Rahman, pendiri El Gama’a El Islamiyya, dan mengikuti pemikiran Sayyid Qutb. Eksekusi Gamal Abdel Nasser terhadap Sayyid Qutb memperkuat keyakinan Fathi Shaqaqi: pemimpin korup dunia Arab harus digantikan oleh politik, sosial, dan budaya masyarakat islami.

Iran sahabat Palestina

Fathi kecewa dengan Ikhwan dan kelompok nasionalis Palestina. Baginya, kedua kelompok itu terlalu sedikit berbicara tentang Palestina dan Islam. Namun revolusi Iran tahun 1979, membuka mata Fathi. Dia menulis buku Khomeini: Solusi dan Alternatif Islam. Dalam waktu dua hari, 10.000 eksemplar buku terjual. Baginya, kemenangan Ayatullah Khomeini adalah bukti jika jihad bisa menumbangkan rezim sekelas Pahlevi. Pemerintah Mesir melarang buku tersebut dan memenjarakan Fathi.

Embed from Getty Images

Tahun 1981, dr. Fathi Shaqaqi kembali ke Palestina dan mendirikan Harakat Al-Jihād Al-Islāmī fī Filasthīn atau Gerakan Jihad Islam Palestina. Organisasi ini hadir sebagai titik temu kelompok nasionalis dan islamis. “Kami bukan mau mendirikan negara Islam, tapi membebaskan Palestina,” katanya. Gagasan dan perjuangannya membuat Fathi berulang kali dipenjara oleh Zionis. Gerakan Intifada pertama tahun 1987 tak lepas dari peran pentingnya. Akibatnya, Fathi dibuang ke Lebanon pada tahun 1988.

Bersatu untuk Palestina

“Kami hanya ingin membela hak untuk hidup di tanah air kami. Kami hidup dalam damai dengan orang Yahudi selama berabad-abad. Saya tidak punya masalah dengan orang Yahudi. Tapi saya akan melawan penjajahan,” begitu kata Fathi kepada wartawan Inggris. Meski secara formal Jihad Islam adalah organisasi ahlusunah, Fathi berupaya menyampingkan perbedaan antara sunnī dan Syiah.

Ketika Barat dan pemimpin korup Arab mempromosikan perpecahan, melalui tulisannya dr. Fathi menyerukan persatuan umat Islam. Dia percaya, Barat menciptakan keretakan di antara umat Islam karena takut akan pengaruh Revolusi Islam Iran di negara kawasan.

Dalam tulisannya, Fathi menjawab beberapa pertanyaan tentang Islam Syiah. Dia mengutip berbagai ulama ahlusunah yang menyatakan Syiah sebagai salah satu mazhab Islam. Dia juga mengkritik Ibnu Taimiyah yang menggeneralisasi semua kelompok Syiah. Baginya, revolusi yang dilakukan Iran mampu mencerahkan umat Islam. Kekuatan asinglah yang memanfaatkan slogan anti-Syiah.

Ketika Irak menginvasi Iran, Barat dan Zionis mendukung Saddam Hussein. Mereka mengatakan Iran sebagai penyebab keretakan di antara umat Islam. Fathi melakukan berbagai upaya untuk membebaskan Iran dari tuduhan palsu tersebut. Hal itu karena Fathi sadar bahwa Iran mengerahkan segala upaya pula untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Zionis.

Fathi mengatakan bahwa seorang muslim tidak boleh berbicara tentang Palestina tanpa Islam; atau berbicara tentang Islam tanpa Palestina. Keduanya tidak dapat ditegakkan tanpa jihad dan kesyahidan. Ideologinya itu yang membuat Zionis tidak sabar. Agen Mossad menembaknya enam kali pada 26 Oktober 1995 di depan Hotel Diplomat, Malta. Dalam usia 44 tahun, dr. Fathi Ibrahim Abdul Aziz Shaqaqi meraih kesyahidan.

Kini, salah satu jalan untuk membebaskan Palestina dari Zionis adalah melanjutkan gagasannya: persatuan umat Islam—termasuk sunnī maupun Syiah—serta perlawanan (muqawamah) aktif.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.