Tahrīf atau distorsi Al-Qur’an merupakan salah satu isu yang muncul ketika membahas tentang Syiah. Mungkin, ada satu-dua di kalangan Syiah yang mengklaim soal hal tersebut. Namun pendapat itu telah ditentang oleh lebih banyak ulama dan muslim Syiah. Karena ada upaya untuk merawat perselisihan di kalangan umat Islam, klaim batil itu tetap dipaksakan sebagai keyakinan mayoritas mazhab Syiah.

Pada tahun 1992, Dr. Ahmed Abdel Rahim Al-Sayeh, cendekiawan Universitas Al-Azhar, sempat menjadi profesor di Universitas Qatar. Bersama dengan Dr. Aisha Yousef Al-Mannai dan Dr. Mohamed El-Dasouki, mereka mengadakan konferensi. Moderator konferensi adalah Dr. Abdul Hamid Ansari, Dekan Fakultas Syariat saat itu. Apa kesimpulan dari konferensi itu? Al-Qur’an yang diterbitkan di Iran adalah sama dengan yang ada di negara Arab.

Tetapi, sebagian salafī fanatik dan jahil tetap mengatakan bahwa Syiah memiliki mushaf lain: mushaf Fātimah namanya. Para narasumber—yang merupakan cendekiawan ahlusunah—menanggapi tuduhan itu. Menurut mereka, ada ulama sunnī yang juga berpendapat bahwa beberapa surah dalam Al-Qur’an saat ini bukanlah Al-Qur’an yang sesungguhnya, tetapi penambahan.

Ibnu Katsīr—yang dihormati salafī—dalam tafsirnya menulis pendapat yang menyebutkan bahwa surah Al-Nās dan Al-Falaq bukan termasuk Al-Qur’an. Dia menyebut empat riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal tentang hal itu. Karena itu, pernyataan batil semacam itu—baik di kalangan Syiah maupun sunnī—tidaklah signifikan. Karena yang terpenting, Al-Qur’an kita satu.

Al-Qur’an dan ilmu kalam

Pada akhir abad pertama hijriah, sebagian ulama merenungi ayat: “Tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah dan al-rāsikhūn (orang-orang yang mendalam) keilmuannya.” (Q.S. Āli ‘Imrān: 7). Dari sinilah takwil (interpretasi) terbentuk. Belakangan, pengikut Asy’ari juga melakukan takwil. Sebab pemahaman kelompok Zhāhirī terhadap beberapa ayat Al-Qur’an nampak tidak masuk akal.

Akhirnya mereka menakwilkan ayat seperti: “Tangan Allah di atas tangan mereka,” (Q.S. Al-Fath: 10) dan, “Datanglah Tuhanmu dan malaikat berbaris-baris,” (Q.S. Al-Fajr: 22). Mereka bilang “tangan Allah” berarti kekuasaan Allah.

Syekh Mufīd dalam kitabnya, Awā’il Al-Maqālāt, berhasil memecahkan masalah ini. Padahal tidak ada kelompok dalam ilmu kalam, baik itu Asy’ari, muktazilah, atau Maturidiah, yang mampu memecahkannya. Misalnya, berkenaan dengan ayat, “Yang Maha Penyayang yang bersemayam di atas Arasy,” (Q.S. Thaha: 5). Merujuk pada ayat lain dengan kata istawā, Syekh Mufīd sampai pada kesimpulan bahwa istawā bermakna dominasi dan kepemilikan.

Pada dasarnya, ilmu kalam—melalui makrifat rasional yang dikandungnya—dapat mengantarkan umat Islam kepada pemahaman yang benar tentang teks agama dan ajaran Al-Qur’an. Ayat-ayat tentang hakikat kehidupan dan pensyariatan kerap diakhiri dengan frasa la’alākum ta’qilūn (agar kalian berpikir). Memanfaatkan metode rasional yang ada, para ulama mengantarkan umat Islam kepada pengetahuan yang sesungguhnya. Sebagian orientalis bahkan meyakini jika ilmu kalam (teologi Islam) adalah falsafah umat Islam.

Ilmu kalam dikembangkan untuk mendukung akidah islami dan penyebaran agama Islam. Tapi bukan berarti tidak ada pengaruh dari situasi politik. Misalnya, dalam Al-Qur’an dikatakan, “Taatilah Allah dan taatilah rasul dan ululamri di antara kalian,” (Q.S. Al-Nisā’: 59). Dalam tafsir kata ululamri, mereka sampai pada kesimpulan bahwa mereka adalah imam atau khalifah yang harus ditaati, sebab ketidaktaatan dapat menyebabkan kekacauan dan gangguan ketertiban umum.

Artikel ini merupakan rangkuman wawancara dengan Dr. Ahmed Abdel Rahim Al-Sayeh, cendekiawan ahlusunah asal Mesir. Lahir pada tahun 1937, Dr. Al-Sayeh menjadi profesor di Fakultas Usuludin Universitas Al-Azhar, asisten profesor di Universitas Qatar, profesor di Universitas Umm Al-Qura, dan beberapa jabatan penting di kementerian dan lembaga Mesir.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.