Tanpa Ukhuwah Islamiah, Imam Mahdi Tidak Akan Muncul

Sekelompok muslimin mendatangi rumah salah seorang cucu Rasulullah ﷺ, ‘Alī bin Mūsā Ar-Ridhā. “Kami para pengikut imam datang untuk bertemu,” kata mereka. Anehnya, Imam Ridhā menahan dan tidak mengizinkan mereka pergi. Setelah 60 hari berlalu, mereka lalu bertanya, “Apa yang kami lakukan sehingga Imam nampak marah kepada kami?” Mereka heran karena sudah bersikap sopan dengan menunggu dan mematuhi imam.

Lanjutkan membaca “Tanpa Ukhuwah Islamiah, Imam Mahdi Tidak Akan Muncul”

Mengintip Pejuang Toleransi Albania: Tarekat Bektashi

Sebuah lukisan besar menarik perhatian; menggambarkan Nabi Muhammad ﷺ, putrinya, Fātimah, dan suaminya, Khalifah ‘Alī. Bagi banyak kaum muslim, lukisan ini bisa jadi bentuk penistaan. Tapi Haji Edmond Brahimaj tidak menganggap soal larangan menggambar dalam Islam. Pemimpin spiritual Bektashi itu, yang disapa dengan Baba Mondi, duduk di bawah lukisan itu dan berkata, “Mereka orang tua saya; bukankah normal untuk menggantung foto keluarga Anda sendiri?”

Lanjutkan membaca “Mengintip Pejuang Toleransi Albania: Tarekat Bektashi”

Mengapa Imam Sajjād Mendoakan Tentara Umayyah?

Bagi ahlulbait, menjaga dan memperkuat prinsip Islam lebih penting dari apapun. Pada masa Imam ‘Alī Zain Al-‘Ābidīn, tidak ada peristiwa brutal yang dialami ahlulbait. Namun pada saat yang sama, beliau mendoakan penjaga perbatasan kekuasaan Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah. Dalam Shahīfah As-Sajjādiyah, terdapat doa yang dikhususkan untuk para penjaga perbatasan sekaligus untuk kehancuran musuh mereka.

Lanjutkan membaca “Mengapa Imam Sajjād Mendoakan Tentara Umayyah?”