Orang Tua Juga Harus Belajar dari Anak-Anak

Hanya karena hidup lebih dulu dari anak-anak, orang tua kerap merasa paling benar. Sikap itu diwujudkan dengan memaksa anak-anak untuk bersikap sama seperti mereka para orang dewasa; tidak lagi kekanak-kanakan. Padahal, Nabi saw. sendiri pernah berkata, “Seseorang yang memiliki anak harus memperlakukan anaknya seperti anak-anak.”[1] Lanjutkan membaca “Orang Tua Juga Harus Belajar dari Anak-Anak”

Anak-Anak Ini Ingin Bantu Persatuan Suni-Syiah

“Kalau kita membunuh satu orang sama seperti membunuh seluruh umat manusia. Tapi ISIS membunuh orang-orang seperti membunuh semut!” kata Sofia, 8 tahun. Niamh, 10 tahun, menimpali, “Aku rasa mereka ingin membuat suni-Syiah semakin bermusuhan.” Kedua sahabat ini hangat berdiskusi. Heran dengan konflik sektarian di antara umat Islam, mereka mencoba melacak sejarah masa lalu yang menyebabkan umat Islam masa kini memiliki mental saling membunuh. Pikiran dan hati yang masih bersih dari ego dan pengaruh luar, membawa mereka menelusuri mengapa sejarah menciptakan sejumlah umat Islam bermental pembenci dan pembunuh.

Lanjutkan membaca “Anak-Anak Ini Ingin Bantu Persatuan Suni-Syiah”

Resep Rahasia Sebelum Nonton Film

Perlahan-lahan kami sadar. Beberapa tahun yang lalu, saya berjalan menuju kantor setelah kebaktian Minggu pagi dan menemukan kantong sandwich di meja yang berisikan tiga brownies coklat. Sekelompok orang bijak yang tidak dikenal yang tahu kalau saya suka coklat menaruhnya di sana, bersama dengan secarik kertas yang bertuliskan sebuah cerita. Saya segera duduk dan mulai memakan brownie pertama sambil membaca cerita tersebut.

Dua orang remaja memohon izin kepada ayahnya untuk pergi ke bioskop menyaksikan film yang semua temannya telah lihat. Setelah membaca ulasan film itu di internet, sang ayah menolak permintaan mereka.
Lanjutkan membaca “Resep Rahasia Sebelum Nonton Film”