Dosa dan Bencana Alam

Setelah geregetan membaca garis waktu di Twitter semalam, suka atau tidak suka, saya harus membahas tema ini yang bagi sebagian orang mungkin disebut sebagai “pendekatan teologis”. Bukan sebagai bentuk pembelaan terhadap eksistensi Tuhan. Terlalu tolol untuk menghubungkan hal itu. Tapi menafikan “kuasa” Tuhan dalam kejadian bencana alam yang belakangan ini terjadi bisa jadi jauh lebih tolol.

Seingat saya, berawal dari status Twitter Menkominfo, Tifatul Sembiring, yang beberapa saat setelah letusan Gunung Merapi menyebut bencana alam ini sebagai azab karena mendustakan ayat-ayat Tuhan. Langsung saja pengguna Twitter kesal dan menyebutnya tidak pantas. Tifatul serta-merta mengatakan, “Ini keyakinan saya, dari Alquran.”
Lanjutkan membaca “Dosa dan Bencana Alam”

Musibah: Rahmat atau Murka Tuhan?

Musibah dalam bahasa Indonesia diartikan “bencana”, “kemalangan”, dan “cobaan”. Dalam Alquran ada 67 kali kata yang seakar dengan kata musibah dan 10 kali kata musibah. Musibah pada mulanya berarti “sesuatu yang menimpa atau mengenai”. Sebenarnya sesuatu yang menimpa itu tidak selalu buruk. Hujan bisa menimpa kita dan itu dapat merupakan sesuatu yang baik. Memang, kata musibah konotasinya selalu buruk, tetapi karena boleh jadi apa yang kita anggap buruk itu, sebenarnya baik, maka Alquran menggunakan kata ini untuk sesuatu yang baik dan buruk (QS. al-Baqarah: 216)

Lanjutkan membaca “Musibah: Rahmat atau Murka Tuhan?”

Dosa dan Dampaknya bagi Masyarakat

Setelah peristiwa tsunami di Aceh pada tahun 2004 lalu, kita mendengar cerita-cerita mengenai sebab terjadinya kemurkaan alam tersebut. Ada yang mengatakan bahwa di Aceh sudah banyak terjadi dosa dan maksiat di pinggir pantai. Bahkan ada yang mengatakan bahwa penyebabnya karena umat Islam di Aceh merayakan natal bersama.

Hal serupa terjadi setelah peristiwa jebolnya waduk (situ) Gintung. Beberapa teman saya mengatakan bahwa di daerah bencana memang sudah lama menjadi tempat maksiat. Mulai dari sarang judi hingga masjid/ mushalla yang katanya menjadi tempat pacaran. Saya sendiri tidak tahu persis mengenai hal tersebut. Karena yang ingin saya berbagi cerita adalah hubungan antara dosa dan bencana.

Lanjutkan membaca “Dosa dan Dampaknya bagi Masyarakat”