Kebudayaan Muslim dan Gaya Berhijab

Oleh: Sayid Muhammad Rizvi

Bisa jadi, mereka yang disebut sebagai cendikiawan Islam dan Timur Tengah kebingungan dengan perintah dasar Quran mengenai gaya berhijab yang dikenakan wanita muslim dari berbagai latar belakang etnik.

Keharusan berhijab adalah perintah Qurani. Syarat utamanya adalah seorang wanita muslim harus menutup kepala dan dadanya dengan khimar (penutup kepala) dan tubuhnya dengan jilbab (pakaian panjang dan longgar). Tentu saja, dia bisa membiarkan wajah dan tangannya terbuka. (Menutup wajah bukanlah keharusan utama perintah berhijab. Fakih Syiah dan juga Suni mengatakan bahwa wajah wajib ditutupi hanya jika ada bahaya fitnah, suatu keadaan yang dapat menimbulkan dosa).

Lanjutkan membaca “Kebudayaan Muslim dan Gaya Berhijab”

Hijabnya Kaum Lelaki

Pernah, saya menulis status Facebook begini: “Hijab membuat orang lain menghargai si pemakai karena hal itu menunjukkan bahwa ia menghargai dirinya sendiri.” Salah seorang teman yang berkomentar, sambil bercanda, menyuruh saya untuk memakai hijab supaya bisa dihargai orang.

Di status berikutnya barulah saya tulis lagi bahwa sebenarnya, Allah memang memerintahkan menjaga hijab pertama kali itu justru ke laki-laki! Sebelum Alquran memerintahkan perempuan untuk menjaga hijab dengan “menundukkan [menahan] pandangan”, Allah telah lebih dulu memerintahkan laki-laki untuk menjaga hijab. Surah An-Nûr ayat 30 memerintahkan:
Lanjutkan membaca “Hijabnya Kaum Lelaki”

“Masih Juga Mencintai Ali?” – Kasus Hukum Potong Tangan

Seseorang pecinta Amirul Mukminin Ali telah melakukan kesalahan dan harus menerima hukuman. Imam Ali as menjalankan hukuman dengan memotong jari-jari tangan kanannya. Setelah menerima hukuman itu, lelaki itu pun segera pergi sambil membawa jari-jarinya yang telah terputus di tangan kirinya sementara darah terus menetes ke tanah.

Di tengah jalan, dia bertemu dengan Ibnul Kawwa, seseorang dari Khawarij dan pembenci Imam Ali as. Dia ingin memanfaatkan situasi itu agar lelaki tersebut membenci Ali. Dengan wajah penuh kasih sayang dan berpura-pura simpati ia bertanya, “Siapa yang telah memotong jarimu?”

Lanjutkan membaca ““Masih Juga Mencintai Ali?” – Kasus Hukum Potong Tangan”