Membunuh Islam Atas Nama Islam

Saya hanya kuat beberapa detik melihat video pembunuhan keji atas nama Allahuakbar tersebut, setelah itu saya coba sampaikan tulisan ini. Saya berusaha menuliskannya dalam kondisi aliran darah yang tidak stabil. Dalam kondisi mata menangis, membayangkan Rasulullah saw. yang “berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS. 9: 128). Perhatikan kalimat tersebut. Rasul merasa berat, sedih karena penderitaan umatnya, padahal manusia yang paling mendapat ujian besar adalah beliau!

Kalian yang membenci kelompok lain atas nama agama tahu betapa Rasul mendapat perlakuan yang tak kalah keji; tak seorangpun sanggup menerima. Mulai dari cercaan, tuduhan gila, tukang sihir, hingga gangguan fisik, jebakan duri di jalanan, timpukan batu dan kotoran, gigi yang patah dan darah yang mengalir dari tubuh sucinya. Ketika nabi-nabi sebelumnya mendapat ujian, mereka memohon kepada Allah menurunkan azabnya. Tapi Rasulullah mengatakan mereka itu hanyalah orang-orang yang tidak mengetahui. Apa yang rasul bangun selama ini, beberapa bagiannya runtuh oleh orang yang mengaku pengikutnya.
Lanjutkan membaca “Membunuh Islam Atas Nama Islam”

Abu Bakar Baasyir Inginkan Imamah

Bagi sebagian orang ini berita biasa, tapi bagi saya ini cukup menarik. Ustaz Abu Bakar Baasyir yang dijuluki “Si Mata Singa” ini keluar dari Majelis Mujahidin Indonesia. Dia menganggap bahwa sistem organisasi yang di-amiri-nya sudah tidak sejalan dengan syariat dan kembali ke jahiliah. Hal ini karena menurutnya pemimpin hanya sebagai simbol dan tidak memiliki otoritas dalam mengambil keputusan saat rapat.

“Sistem kepemimpinan seperti ini tidak ada dalam sejarah Islam. Dalam Islam hanya mengenal sistem berorganisasi yang disebut dengan jama’ah wal imâmah yaitu pemimpin mempunyai otoritas penuh untuk mengambil keputusan setelah bermusyawarah dengan majelis syura, lalu amir-lah yang mengambil keputusan akhir walaupun keputusan itu tidak populer dalam majlis syura, dan seluruh anggota baik di majelis syura hingga tingkat bawah harus sami’nâ wa atha’nâ siap taat melaksanakan bersama,” kata Baasyir.
Lanjutkan membaca “Abu Bakar Baasyir Inginkan Imamah”