Membangun Pernikahan yang Harmonis

Oleh: Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Bismillahirrahmannirrahim. Sebelum mengikrarkan sebagai suami dan istri, saya ingin menyampaikan beberapa kata kepada pengantin dan keluarganya yang terhormat. Pertama, saya harus mengatakan bahwa akibat langsung dari ucapan Anda sebagai suami dan istri adalah terbangunnya sebuah hubungan Ilahi. Benar bahwa ia merupakan hubungan manusia paling natural, makaĀ AllahĀ menjadikan hubungan natural dan naluriah ini menjadi sebuah hubungan suci yang akan membuahkan hasil begitu besar. Dengan demikian, pentingnya membentuk sebuah keluarga tidak boleh diremehkan.

Salah satu kesalahan penting yang dilakukan Barat hari ini adalah menganggap remeh dan mendiskreditkan pernikahan dan pembentukkan keluarga. Peradaban Barat memperlakukan institusi penting iniā€”yakni sebuah ikatan besar antara pria dan wanitaā€”sebagai sesuatu yang dangkal dan biasa, seperti mengganti pakaian kemudian pergi ke toko yang berbeda. Dari sudut pandang ini, emosi individu, selera, dan perasaan naluriah berlawanan dengan kelanjutan hubungan keluarga. Jadi, setiap kali salah satu pasangan memiliki perbedaan tentang sesuatu hal maka dengan segera pasangan pernikahan menghadapi masalah dan kelemahan. Jika salah satu pasangan menyukai hal lain yang lebih menyenangkan, maka fondasi institusi keluarga akan terancam!
Lanjutkan membaca “Membangun Pernikahan yang Harmonis” ā†’

Pesan Istri Ayatullah Khamenei kepada Wanita Muslim

Dalam kehidupan berpasangan, pria dan wanita berada dalam kedudukan yang sama. Itulah kira-kira pesan utama Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari pemimpin tertinggi di Republik Islam Iran. Pada tahun 1995, Perserikatan Bangsa-Bangsa pernahĀ mengadakanĀ Great Global Gathering of Women, dan wanita kelahiran Mashhad 68 tahun lalu ini, juga menyampaikan pesan-pesanĀ utamanya terkait hak asasi wanita di dunia: Lanjutkan membaca “Pesan Istri Ayatullah Khamenei kepada Wanita Muslim” ā†’

Wawancara dengan Istri Khamenei

Tanya: Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang masa-masa sekolah Anda?

Saya mempelajari hal-hal yang diperlukan dengan membaca buku, mempelajari permasalahan agama, seni dan kerajinan, dan membantu dalam pekerjaan rumah tangga keluarga besar kami.

Saya memiliki kenangan jelas tentang madrasah saya, termasuk guru Quran saya, Ibu Kaukale Pour Ranjbar, yang baru saja meninggal. Pakaian yang dikenakan wanita terhormat dan berwibawa ini unik. Meskipun beliau tidak mengenakan chador (pakaian islami yang menutup dari atas hingga bawah), tapi tetap memakai hijab islami yang sempurna (dan sopan). Jilbabnya besar, yang menutupi seluruh kepala dan lehernya, hingga ke pinggang. Wanita ini memiliki gaya yang inovatif dalam mengajar Alquran. Wajahnya, yang penuh dengan wibawa dan keanggunan, masih jelas di hadapan mata dan saya tidak bisa melupakannya.
Lanjutkan membaca “Wawancara dengan Istri Khamenei” ā†’