Hidup dalam Kedamaian

Kita harus belajar dari Yesus a.s. tentang bagaimana hidup dalam kedamaian spiritual dan sosial serta bagaimana membangun kedamaian bagi seluruh dunia dan makhluk. Sebagaimana kita juga harus belajar dari Rasulullah saw. yang—melalui perintah Allah—menjadikan kedamaian sebagai ucapan salam umat Islam dan penduduk surga: “Para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan) assalamualaikum atas kesabaran kalian. Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 23-24)

Hidup dalam kedamaian dan berdiskusi tentang apa yang menjadi perbedaan, bertujuan untuk mencapai pemahaman tentang apa yang tidak kita sepakati. Manusia harus hidup dalam kemanusiaan bersama manusia yang lain dan saling menuju kalimat yang satu (kalimah sawa’). Janganlah melibatkan diri dalam dakwah sektarian yang dapat membangkitkan insting (garizah). Lanjutkanlah dakwah cinta yang dapat membuka hati dan akal manusia.
Lanjutkan membaca “Hidup dalam Kedamaian”

Kenali Bumi Tempat Kita Hidup!

Pertanyaan penting pertama adalah kenapa bumi diciptakan? Dalam surah Thâha ayat 53, Alquran menyebutkan: “(Dia) yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan.” Allamah Thabathabai dalam tafsir al-Mîzân (14/171) menjelaskan: “Kemudian Allah menempatkan manusia di bumi untuk menghidupkan kehidupan dunia, sehingga mereka dapat memperoleh ketetapan bagi kesenangannya dan kehidupannya yang agung; seperti seorang bayi yang ditempatkan dalam buaian dan membawa naik kepada kehidupan yang lebih mulia…”

Dari sini kita bisa menyadari bahwa bumi telah diciptakan sebagai sebuah lahan persiapan dan alat bagi kesempurnaan manusia serta kesucian hatinya. Kelirunya, banyak orang yang tidak menjaga dunia untuk akhirat yang lebih baik, namun justru menghancurkannya demi keuntungan pribadi.

Lanjutkan membaca “Kenali Bumi Tempat Kita Hidup!”

Memaknai Hari Bumi Menurut Islam

Sebelum tanggal 22 April 1970 resmi ditetapkan sebagai Hari Bumi, Islam memiliki konsep tersendiri tentang bagaimana memaknai hakikat penciptaan bumi dan menjaganya. Dalam penanggalan hijriah, tanggal 25 Zulkaidah disebut sebagai Dahwul Ardh yang secara bahasa berarti “Dibentangkannya Bumi”.Allah Swt. berfirman terkait dengan Dahwul Ardh dalam surah an-Nâzi’ât ayat 30: Dan ketika bumi dihamparkan-Nya. Menurut riwayat dari Nabi Muhammad saw., hari tersebut merupakan hari ketika bumi dihamparkan atau dibentangkan bagi kemaslahatan manusia.  Riwayat lain menyebutkan bahwa rahmat dan berkah diturunkan pertama kali pada hari itu.

Lanjutkan membaca “Memaknai Hari Bumi Menurut Islam”