Hanya Karena Jilbab, Aku Disebut Teroris

KetikaĀ pergi ke sebuah mal,Ā seorang gadis kecil memanggilĀ Ela dengan sebutanĀ teroris.Ā Ela barulah berusiaĀ tujuh belas tahun dan bukan seorang muslim. Tapi ketika temannyaĀ bercerita tentang perlakuan diskriminasi wanita yangĀ memakai jilbab, diaĀ memutuskan untuk merasakan langsung diskriminasi tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang wanita muslim alami sebenarnya. Lanjutkan membaca “Hanya Karena Jilbab, Aku Disebut Teroris” ā†’

Inner Beauty Wanita Muslim

Ketika seorang wanita muslim berada di masyarakat, dia ingin agar masyarakat melihat sisi kemanusiannya; bukan seksualitasnya. Seksualitas hanya untuk pasangan yang ada di rumah. Baik pria maupun wanita harus membatasi daya tarik seksualnya kepada pasangannya. Di dalam masyarakat, kita semua adalah manusia; baik pria maupun wanita. Kita tidak boleh berperilaku dengan menekankan sisi gender. Karenanya, diri kita sebagai manusia harus lebih diutamakan.

Di masyarakat yang seksualitas wanitanya lebih terlihat jelas bagi pria, tidak hanya membuat wanita menjadi kurang aman dan kekerasan lebih banyak terjadi padanya, tapi juga membuatnya direndahkan. Karena seolah masyarakat mengatakan kepadanya: “Aku tidak peduli dengan hakikat dirimu. Aku hanya peduli dengan penampilanmu. Kamu sendiri tidak ada artinya bagiku.”
Lanjutkan membaca “Inner Beauty Wanita Muslim” ā†’

Wanita Yahudi dan Jilbab

Oleh: Sara Weissman

Dari setelan pakaian pebisnis sampai dengan kaos grup musikĀ Gothic, kita tahu bahwa sebuah pakaian lebih dari sekedar kain. Apa yang kita pilih untuk kenakan adalah identitas tentang siapa diri kita, apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita memilih untuk mewakili diri sendiri. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana kita menempatkan hati kita di bagian sisi pakaian, atau lebih tepatnya, sebuah bentuk ketaatan beragama di kepala. Konsep jilbab yang digunakan wanita muslim lebih sederhana dari yang kita lihat.

Tantangan sebagai editor untuk bulan ini adalah memakai jilbab selama satu hari. Hijab, yang secara bahasa berarti “penutup”, adalah etika kesopanan bagi wanita muslim di masa dewasa. Syarat mengenakan hijab adalah menutup sebagian besar tubuh termasuk rambut dan menghindari parfum serta pakaian ketat, transparan, atau mencolok.
Lanjutkan membaca “Wanita Yahudi dan Jilbab” ā†’