Menyelisik Lebih Dalam Muslim Syiah di Manado

Minoritas dalam minoritas. Begitulah kira-kira gambaran komunitas Syiah di Manado, Sulawesi Utara. Hidup di provinsi dengan mayoritas beragama Protestan, masyarakat muslim memiliki tantangan tersendiri. Namun eksistensi penganut Syiah di tengah mayoritas Kristiani dan globalisasi Sulut menjadi realitas yang menarik. Masjid dan majelis mereka aktif. Identitas mereka dapat dengan mudah dikenali.

Lanjutkan membaca “Menyelisik Lebih Dalam Muslim Syiah di Manado” ā†’

Menteri Agama Angkat Bicara tentang Syiah

November 2014, sebuah ormas bernamaĀ Ahlulbait Indonesia menggelar muktamar kedua mereka di AuditoriumĀ KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama. Tak senang, kelompok intoleran melalui media-medianya mengecam.Ā Mereka mempertanyakan sikapĀ Menteri Agama dan menaruh curiga jikaĀ lembaga yang dipimpinnya telah diperalat. Padahal dalam beberapa kali kesempatan, menteri sudah menegaskan bahwa posisiĀ Menteri Agama adalah menteri bagi semua agama, termasuk yangĀ minoritas.[1] Lanjutkan membaca “Menteri Agama Angkat Bicara tentang Syiah” ā†’

Bahkan Imam Khomeini Menghemat Tisu

Selain para wanita dan pria klimis, siapa lagi orang yang paling boros dalam menggunakan tisu? SayaĀ menyimpulkan bahwa merekaĀ adalah para sopir angkutan umum. Dalam beberapa waktu belakangan, kita bisa melihat banyaknya penjual tisu murah di pinggir-pinggir jalan, terminal, dan pemberhentian lampu merah.Ā Dengan selembar uang minimal Rp 3.000, kita sudah bisa mendapatkan lima puluh lembar tisu yang memiliki dua lapis. Lanjutkan membaca “Bahkan Imam Khomeini Menghemat Tisu” ā†’