Inner Beauty Wanita Muslim

Ketika seorang wanita muslim berada di masyarakat, dia ingin agar masyarakat melihat sisi kemanusiannya; bukan seksualitasnya. Seksualitas hanya untuk pasangan yang ada di rumah. Baik pria maupun wanita harus membatasi daya tarik seksualnya kepada pasangannya. Di dalam masyarakat, kita semua adalah manusia; baik pria maupun wanita. Kita tidak boleh berperilaku dengan menekankan sisi gender. Karenanya, diri kita sebagai manusia harus lebih diutamakan.

Di masyarakat yang seksualitas wanitanya lebih terlihat jelas bagi pria, tidak hanya membuat wanita menjadi kurang aman dan kekerasan lebih banyak terjadi padanya, tapi juga membuatnya direndahkan. Karena seolah masyarakat mengatakan kepadanya: “Aku tidak peduli dengan hakikat dirimu. Aku hanya peduli dengan penampilanmu. Kamu sendiri tidak ada artinya bagiku.”
Lanjutkan membaca “Inner Beauty Wanita Muslim”

Kontes Kecantikan dan Islam di Amerika

Muslim Amerika telah memberikan kontribusi kepada Amerika Serikat sebagai dokter, guru, pengacara, apoteker, penulis, cendikia, pegawai negeri, dan penulis. Daftar itu bertambah: ratu kecantikan. Kecuali Anda hidup di zaman batu, Anda mungkin pernah mendengar cerita Cinderella media Miss Michigan Rima Fakih, yang diyakini sebagai muslim Arab-Amerika pertama pemenang Miss USA.

Ada dua tipe muslim di dunia menurut dikotomi ini. Di satu sisi kita berharap muslim yang berpendidikan, yang membawa panji-panji yang lebih inklusif dan ramah, dan sisi lain terdapat kelompok konservatif yang terbelakang. Tentu kalian tahu, mereka adalah orang yang masih meyakini hijab dan salat lima kali sehari. Terakhir kali saya periksa, dua hal itu masih menjadi prinsip dasar Islam, dan tidak ada yang namanya “konservatif” atau “liberal” muslim.

Lanjutkan membaca “Kontes Kecantikan dan Islam di Amerika”

Pemuja Kecantikan, Pengagum Amerika

Saya bertemu dengan seorang wanita yang telah mengubah pandangan saya tentang diri sendiri dan wanita pada umumnya. Dia seorang wanita Lebanon, lahir dan dibesarkan sebagai muslimah. Saya melihat dalam dirinya sesuatu yang ada pada wanita lain: kepercayaan diri. Inilah kisahnya, wanita pemberani di usia dua puluhan. Dia tidak terlalu memperhatikan [penampilan], tapi ketika saya berbicara dengannya, saya bisa merasakan kehangatan, ketulusan, dan kecerdasannya. Dia seorang doktor psikologi, profesor di universitas dan segera menjadi seorang ibu.

Lanjutkan membaca “Pemuja Kecantikan, Pengagum Amerika”