Seperti Inikah Kehidupan?

Semakin kita beranjak dewasa, melewati masa lalu dan pengalaman berharga yang kita dapatkan, semua itu membuat kita sadar; bahwa “Inilah kehidupan!” Apa yang coba ingin saya sampaikan adalah ada begitu banyak kesempatan, termasuk di masa kecil, yang telah kita tunda. Kita membuat banyak alasan; ketika saya besar… ketika masalah ini selesai… ketika saya lulus sekolah… ketika orang tua membeli rumah… ketika pindah ke lingkungan baru… ketika saya bisa mendapatkan uang sendiri… ketika saya punya waktu sendiri…

Tapi sebenarnya tidak ada kata akhir untuk semua alasan yang terus-menerus kita katakan sepanjang waktu, karena jelas tidak ada pentingnya untuk menghubungkan alasan dan keluhan yang bisa kita buat. Sebagian besar dari kita telah melalui tahapan yang sama dalam kehidupan dan telah menjustifikasi hari-hari buruk dengan mengatakan bahwa kita akan benar-benar hidup sepenuhnya ketika waktunya tiba…
Lanjutkan membaca “Seperti Inikah Kehidupan?” ā†’

Imam Ghazali Mengecam Pengikut Imam Syafii

Masjid Al-IjtihadĀ di daerahĀ Setiabudi, Sudirman, termasuk di antara masjid yang mulai sulit ditemukan. Bukan hanya karena letaknya yang berada di himpitan gedung-gedung tinggi, tapi juga karena aroma tradisinya. Beduk tua yang dipukulkan sebelum azan, tongkat yang mengiri khatib naik ke atas mimbar, danĀ salawat yang dilantunkan terdengar setiap kali nama Muhammad disebut. Sesuatu yang langka semenjak masjid-masjid diokupasi kelompok puritan.

Menempati mimbarĀ dan berbicara dengan logat Betawi khas,Ā khatib mengatakan bahwa Imam Ghazali telah mengecam pengikut Imam Syafii. Imam Ghazali mengecam orang yang hanya mengikuti cara benar-salah wudu dan syarat-rukun salat Imam Syafii, tapi tidak mengikuti akhlak dan ibadahnya Imam Syafii.

Lanjutkan membaca “Imam Ghazali Mengecam Pengikut Imam Syafii” ā†’