Sarakhs dan Kecintaan Ahlusunah Iran kepada Imam Syiah

Seperti remaja Persia umumnya, Amir Khotvaneh mencintai dunia syair. Benih kecintaannya sudah ada sejak kecil. Saat kelas tiga sekolah dasar, Amir kecil sampai menangis saat membaca kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha. Semakin terbiasa dengan syair, Amir mulai menulis bait syair saat remaja. Tema puisinya bernuansa mistisme dan romantisme. Bukan, bukan cinta lawan jenis, namun cinta abadi mengenai Tuhan dan utusan-Nya. Kini, Amir Khotvaneh merupakan penyair sunnī kenamaan kota Sarakhs.

Lanjutkan membaca “Sarakhs dan Kecintaan Ahlusunah Iran kepada Imam Syiah” ā†’

Strategi Sektarian Israel untuk Hasut Sunnī dan Syiah

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” Hadis yang populer itu dengan fasih diucapkan dalam bahasa Arab oleh Avichay Adraee. Bukan ulama atau ustaz dengan gelar License (Lc), Adraee adalah kepala divisi media berbahasa Arab di unit juru bicara militer Zionis Israel. Sebuah tim yang aktif menyuarakan propaganda melalui berbagai kanal khusus dunia Arab.

Lanjutkan membaca “Strategi Sektarian Israel untuk Hasut SunnÄ« dan Syiah” ā†’

Fathi Shaqaqi: Pejuang Palestina Pemersatu Sunnī-Syiah

Ibrahim sangat senang ketika bayinya lahir pada tahun 1951 di Jalur Gaza. Dia menamai bayi mungil itu: Fathi Shaqaqi. Beranjak remaja, baru berusia 15 tahun, Fathi kehilangan ibunya. Fathi yang tertarik dengan ilmu matematika, memutuskan untuk mendalaminya di sebuah universitas Tepi Barat. Di kampus inilah, Fathi bergaul dengan berbagai kelompok. Dia mengagumi Imam Hassan Al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimun, dan Syekh Ahmed Yassin, pendiri Hamas.

Lanjutkan membaca “Fathi Shaqaqi: Pejuang Palestina Pemersatu SunnÄ«-Syiah” ā†’