Kebudayaan Muslim dan Gaya Berhijab

Oleh: Sayid Muhammad Rizvi

Bisa jadi, mereka yang disebut sebagai cendikiawan Islam dan Timur Tengah kebingungan dengan perintah dasar Quran mengenai gaya berhijab yang dikenakan wanita muslim dari berbagai latar belakang etnik.

Keharusan berhijab adalah perintah Qurani. Syarat utamanya adalah seorang wanita muslim harus menutup kepala dan dadanya dengan khimar (penutup kepala) dan tubuhnya dengan jilbab (pakaian panjang dan longgar). Tentu saja, dia bisa membiarkan wajah dan tangannya terbuka. (Menutup wajah bukanlah keharusan utama perintah berhijab. Fakih Syiah dan juga Suni mengatakan bahwa wajah wajib ditutupi hanya jika ada bahaya fitnah, suatu keadaan yang dapat menimbulkan dosa).

Lanjutkan membaca “Kebudayaan Muslim dan Gaya Berhijab”

Nasihat Jilbab dari Karbala

Oleh: Zara Syed

Seusai tragedi Karbala, Imam Zainal Abidin a.s. sering ditanya tentang pengalaman apa yang paling sulit dan menyakitkan. Orang mungkin mengira bahwa setelah menyaksikan sendiri lebih dari 70 keluarga dan sahabat dibunuh, kedua tangan pamannya Abbas ditebas, kepala ayahnya dipenggal, dan leher saudaranya yang berusia enam bulan ditembus anak panah bercabang tiga, putra Imam Husain ini akan mengatakan bahwa perlakukan barbar musuh Islam adalah yang paling menyakitkan. Namun, kita tahu bahwa imam selalu menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban, “Syam… Syam… Syam…”

Setiap Muharam, kita menangis dan meratapi tragedi Karbala untuk menjaga kisah Imam Husain tetap hidup, untuk mempelajari prinsip-prinsip keadilan dan pengorbanan, untuk menjadi mukmin yang lebih baik, dan tidak menjadi orang zalim. Namun kita melihat dari satu Muharam ke Muharam berikutnya, hijab kita sebagai muslimah tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
Lanjutkan membaca “Nasihat Jilbab dari Karbala”