Hidup dalam Kedamaian

Kita harus belajar dari Yesus a.s. tentang bagaimana hidup dalam kedamaian spiritual dan sosial serta bagaimana membangun kedamaian bagi seluruh dunia dan makhluk. Sebagaimana kita juga harus belajar dari Rasulullah saw. yang—melalui perintah Allah—menjadikan kedamaian sebagai ucapan salam umat Islam dan penduduk surga: “Para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan) assalamualaikum atas kesabaran kalian. Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 23-24)

Hidup dalam kedamaian dan berdiskusi tentang apa yang menjadi perbedaan, bertujuan untuk mencapai pemahaman tentang apa yang tidak kita sepakati. Manusia harus hidup dalam kemanusiaan bersama manusia yang lain dan saling menuju kalimat yang satu (kalimah sawa’). Janganlah melibatkan diri dalam dakwah sektarian yang dapat membangkitkan insting (garizah). Lanjutkanlah dakwah cinta yang dapat membuka hati dan akal manusia.
Lanjutkan membaca “Hidup dalam Kedamaian”

Ketika Pemuda Iran Masuk Kristen…

Oleh: Ayatullah Sayid Mahdi Shams al Din

Beberapa tahun yang lalu di bulan Ramadan, saya berkunjung ke sebuah negara Eropa untuk berceramah. Sekitar tanggal 8, 9, atau 10 Ramadan beberapa kawan mendatangi saya. Mereka mengatakan ada seorang pemuda dari Tehran, yang ibunya religius, ayahnya taat, dan dia sebenarnya juga saleh. Dulu dia datang ke Eropa dan sayangnya… sayangnya dia menjadi kristiani (Masihi). Allahu Akbar! Berhati-hatilah, wahai para pemuda. Tidak seorang pun yang dapat menjamin bahwa kita akan terus berada di jalan ahlulbait sampai akhir hidup!

“Apakah Anda berkenan kalau kami mengajak pemuda ini kepada Anda agar Anda bisa berbicara kepadanya?” mereka bertanya. “Tentu saja, bawalah dia. Untuk tujuan itulah saya datang ke sini.” Mereka akhirnya pergi dan beberapa hari berlalu tanpa kabar.
Lanjutkan membaca “Ketika Pemuda Iran Masuk Kristen…”

Grup Anti-Syiah Facebook Berubah Menjadi Persatuan Islam

Kekacauan sebagian umat Islam dalam perang dunia maya (dan fana)—khususnya Facebook—semakin menjadi-jadi. Debat kusir, caci-maki, sumpah serapah, menjadi lazim dilakukan oleh kedua belah pihak yang mengaku mengatasnamakan mazhabnya. Ya, mereka hanya mengatasnamakan mazhab (apapun namanya) dan lebih buruknya mereka mengutamakan emosi.

Saya menaruh kecurigaan besar atas adanya pihak tertentu yang bermain. Mungkin tidak semuanya, karena sebagian lain bisa saja benar-benar “tulus” memperjuangkan keyakinan fanatiknya. Tapi secara tidak sadar, mereka semakin mempermulus jalan musuh Islam untuk mengacaukan umat Islam.
Lanjutkan membaca “Grup Anti-Syiah Facebook Berubah Menjadi Persatuan Islam”