Aku Ingin Memelukmu

Mendekat, menyentuh, memegang erat-erat, lalu memeluknya merupakan bahasa tubuh yang mengungkapkan rasa kepedulian. Efek positif yang muncul dapat segera dirasakan oleh orang yang memeluk maupun yang dipeluk. Kita yang pernah melakukannya akan merasa tenang saat dan setelahnya; apalagi jika hal tersebut disertai rasa rindu.

Menurut hasil penelitian, berpelukan dapat meningkatkan level oxytocin, sebuah hormon pengikat, dan menurunkan tekanan darah—yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.[1] Sementara pada wanita, tingkat stres hormon cortisol akan menurun. Ribuan tahun yang lalu, Imam Muhammad Al-Baqir a.s. berkata, “Seseorang yang sedang marah dengan anggota keluarganya, maka dekati dan sentuhlah (dengan lembut), karena rasa kedekatan keluarga, ketika dirangsang sentuhan, akan menimbulkan ketenangan.”

Lanjutkan membaca “Aku Ingin Memelukmu”

Langkah Efektif Membaca Buku Islami

Oleh: Wajahat Hussain

Banyak dari kita memiliki koleksi buku-buku islami yang mencakup beragam topik pengetahuan. Tapi jika setiap kali kita melihat buku itu lalu tidak bisa mengingat perubahan dalam hidup karena buku itu, berarti kita telah berbuat tidak adil terhadap pengetahuan yang ada di dalamnya. Banyak dari kita membaca buku hanya untuk mengoleksi, tapi tidak mendapatkan banyak (manfaat) darinya.

Hal ini sangat disayangkan karena karya penulis seperti Ayatullah Muthahhari dan Allamah Thabathabai tidak dapat dipahami sepenuhnya hanya dengan sekali baca. Banyak dari ulama seperti ini telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mempelajari tema tertentu, sehingga kita seharusnya membutuhkan waktu yang sama. Artikel ini akan menjelaskan langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh setiap pembaca untuk mendapatkan hasil maksimal dari buku-buku islami pilihan.
Lanjutkan membaca “Langkah Efektif Membaca Buku Islami”

Revolusi 101: Kekuatan Salat Jumat

Oleh: Kaneez Fatima

Gambar-gambar paling mengesankan yang jarang tampil di muka umum adalah ketika waktu salat. Kerumunan orang berkumpul tanpa menunda-nunda ketika azan salat memanggil. Di saat yang sama gas air mata dilemparkan ke arah mereka dan pasukan keamanan terus membayangi.

Di samping semua itu, salat Jumat adalah katalisator bagi kebangkitan hari-hari ini. Jumat menarik banyak orang. Para jemaah berbondong-bondong ke masjid mendengarkan khutbah imam. Sama seperti yang kita pikirkan, momentum kebangkitan datang bersamaan dengan hari Jumat yang dijuluki “Hari Kemarahan”, “Hari Perpisahan”, atau “Hari Persatuan”.
Lanjutkan membaca “Revolusi 101: Kekuatan Salat Jumat”