Bukan Sunnī Umayah, Bukan Pula Syiah Safawiyah

Tahukah Anda jika pada era kekhalifahan Abbasiyah, penganut mazhab Hanafi dan Syafii di kawasan Irak dan Iran memperingati hari Asyura hampir sama seperti Syiah hari ini? Fakta tersebut hanya contoh bagaimana sosiologi Syiah tidak bisa berdiri sendiri apalagi terpisah dari sosiologi sunnī. Berbicara mengenai sosiologi Islam, kita harus kritis terhadap relasi kedua mazhab besar Islam: Islam sunnī dan Islam Syiah.

Lanjutkan membaca “Bukan SunnÄ« Umayah, Bukan Pula Syiah Safawiyah” ā†’

Menjadi Syiah dan Bersiaplah Hidup dalam Pengasingan

Pernah mendengar tentang suku Hazara di Afghanistan? Awal Mei lalu, kebanyakan anak-anak sekolah mereka meninggal akibat bom. Khaled Hosseini dengan indah melukiskan gambar memilukan sejarah Afghanistan dalam novelnya The Kite Runner. Jika kita membaca atau menyaksikan filmnya, akan muncul pertanyaan, “Kenapa Hassan dan Ammar diperlakukan sangat berbeda?” dan “Apa dasar diskriminasi dan penindasan terhadap Hassan dan keluarganya?”

Lanjutkan membaca “Menjadi Syiah dan Bersiaplah Hidup dalam Pengasingan” ā†’

Sisi Positif Impian Amerika Serikat bagi Suni dan Syiah

Drama tragis karya Shakespeare, Romeo & Juliet, diawali dengan perseteruan antara jagoan-jagoan Montague dan Capulet; musuh bebuyutan yang berperang atas nama tuan mereka. Melihat kekerasan sektarian kini, Shakespeare bisa jadi akan menulis tentang muslim suni dan Syiah; dua mazhab yang saat ini terlibat pergulatan selama 1.400 tahun. Sebenarnya, kedua mazhab juga mewariskan kerja sama, pernikahan, dan kedamaian sebagai gambaran hubungan suni-Syiah sejak wafatnya nabi. Kisah Wajahat Ali bisa merefleksikan pernyataan itu.

Lanjutkan membaca “Sisi Positif Impian Amerika Serikat bagi Suni dan Syiah” ā†’