Dilema Suni-Syiah (11): Propaganda Anti-Syiah

Sejumlah ulama ahlusunah telah menunggu Raya Shokatfard di Jordanian University. Mereka siap menjawab seluruh pertanyaan. Para ulama mengatakan ada sebuah sekte yang disebut Ghurabiah. Ghurab dalam Bahasa Arab berarti burung gagak. Mereka percaya jiwa Nabi Muhammad saw. dan Ali serupa, bagaikan dua burung gagak yang tak dapat dibedakan satu sama lain. Malaikat Jibril keliru dan alih-alih menyampaikan wahyu kepada Ali, ia menyampaikannya kepada Muhammad. Karenanya, setiap kali selesai salat mereka akan mengutuk malaikat Jibril. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (11): Propaganda Anti-Syiah” ā†’

Dilema Suni-Syiah (10): Memulai Penelitian

Tak hanya mempelajari media massa dan jurnalisme di Mesir, Raya Shokatfard juga mempelajari perihal televisi dan produksi dokumenter. Raya merasa harus mempelajari semua media dan alat. Raya memanfaatkan semua kesempatan yang ada untuk membuat film dan mendapatkan bantuan universitas dengan suntingan dan alat-alat lainnya. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (10): Memulai Penelitian” ā†’

Dilema Suni-Syiah (9): Kehidupan di Mesir

Dukungan warga Amerika Serikat kepada Raya Shokatfard, wanita asal Iran, untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi semakin besar. Mereka juga mendukung Raya untuk mencari media yang tepat dalam melawan stereotip terhadap Islam. Hanya ada satu cara. Raya harus menyelam ke dalam pendidikan media dan mempraktikkannya. Raya berhasil mendapatkan gelar sarjana dalam bidang jurnalisme dan media massa dari sebuah universitas Amerika Serikat. Dilanjutkan dengan pencarian gelar master dari The American University di Kairo. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (9): Kehidupan di Mesir” ā†’