Kami Juga Bisa Seperti Khadijah

Salah satu trends yang sedang hangat dibicarakan di Twitter saat ini terkait dengan keislaman adalah #IfKhadijaCanDoIt. Khadijah adalah istri pertama Nabi Muhammad saw. yang beliau sebut sebagai wanita paling mulia; selain Mariam, Fatimah, dan Asiyah istri Firaun. Hashtag itu muncul dari beberapa wanita muslim dan bahkan non-muslim yang berbicara tentang perlakuan standar ganda terhadap pria dan wanita dalam masyarakat muslim. Lanjutkan membaca “Kami Juga Bisa Seperti Khadijah” ā†’

Jilbabku dan Aku

Ini adalah fotoku yang diambil hari ini. Sebagaimana yang bisa Anda lihat, aku memakai hijab atau jilbab sebagaimana yang lebih dikenal. Alasan mengapa aku memakai jilbab sederhanaā€”temanku meminta aku melakukannya. Bukan karena dia ingin aku terlihat bodoh, tapi karena Hari Hijab Sedunia pada tanggal 1 Februari 2013 dan dia meminta semua teman non-muslimnya untuk bergabung bersamanya memakai jilbab.

Aku akan memakai jilbab untuk beberapa waktu mulai sekarang, meski selalu menghindarinya karena aku tidak yakin bahwa aku bisa karena aku bukan muslim. Namun temanku meyakinkan bahwa jilbab lebih banyak berbicara tentang kesopanan, meskipun jelas ia juga berkaitan dengan Islam. Jadi hari ini aku berpikir “Mengapa tidak?” dan melakukan yang terbaik untuk membuat jilbab dengan syalku. Aku telah memesan dua jilbab dan beberapa pin, Ā jadi sebelum semuanya tiba aku akan memakai sebuah syal yang dililit di kepalaku.
Lanjutkan membaca “Jilbabku dan Aku” ā†’

Hanya Karena Jilbab, Aku Disebut Teroris

KetikaĀ pergi ke sebuah mal,Ā seorang gadis kecil memanggilĀ Ela dengan sebutanĀ teroris.Ā Ela barulah berusiaĀ tujuh belas tahun dan bukan seorang muslim. Tapi ketika temannyaĀ bercerita tentang perlakuan diskriminasi wanita yangĀ memakai jilbab, diaĀ memutuskan untuk merasakan langsung diskriminasi tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang wanita muslim alami sebenarnya. Lanjutkan membaca “Hanya Karena Jilbab, Aku Disebut Teroris” ā†’