Keharaman Menghina Istri dan Sahabat Nabi

Sangat layak untuk dibaca dan dijadikan sebagai bahan renungan (khususnya muqallid Sayid Ali Khamenei dan pengikut mazhab Syiah umumnya) sekaligus alasan untuk mengevaluasi diri kita masing dalam melaksanakan taklif terutama dalam bidang dakwah dan interaksi antarsesama. Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Spiritual dari Iran, menerbitkan sebuah fatwa yang mengharamkan perlakuan buruk terhadap istri Nabi, Ummulmukminin Aisyah dan melecehkan simbol-simbol (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljemaah. Lanjutkan membaca “Keharaman Menghina Istri dan Sahabat Nabi”

Kebebasan Berbicara ala WordPress

Pertumbuhan blog yang luar biasa tentu saja dibarengi dengan berbagai macam motif, positif maupun negatif. Hal yang terakhir saya sebut nampaknya lebih banyak. Bertemu blog yang menghina mazhab, bisa dibilang sudah biasa. Tapi baru kali ini saya berkunjung ke sebuah blog yang isinya sudah di luar “akal sehat”. Bukan lagi menghina mazhab, tapi juga Tuhan, nabi, agama, ras, dan apapun yang bisa dijadikan bahan penghinaan.

Cukup dengan melihat blogroll, saya tahu bahwa blog macam itu tidak hanya satu. Ada yang mengatakan, blog seperti itu dibuat oleh remaja yang baru saja pindah agama. Pengetahuannya minim di agama yang awal. Lebih minim lagi pengetahuannya di agama yang baru. Seperti mendapat guncangan psikologi ala ABG yang “tercerahkan” dengan emosi yang labil, ia menyerang mantan agamanya dan agama barunya. Meskipun ornamen blognya ada yang terlihat islami, cara pengelolaannya lebih mirip ateis.
Lanjutkan membaca “Kebebasan Berbicara ala WordPress”

Pengalaman Wanita Non-Muslim dengan Jilbab

Oleh: Kathy Chin

Suatu sore saya menyusuri jalan dengan gaun putih panjang, rambut hitam, dan tiba-tiba seorang pengemudi truk bersiul serta berteriak tidak sopan. Saya merasa tak berdaya. Padahal saya baru saja melangkah keluar dari salon. Saya potong pendek rambut saya, meminta penata rambut untuk memangkas layaknya pria. Saya lemas ketika penata rambut dengan mahirnya mencukur rambut sepanjang bahu dengan guntingnya, menanyakan kepadaku di setiap incinya jika saya sudah merasa panik. Saya tidak panik, tapi seperti tercabik-cabik.

Lanjutkan membaca “Pengalaman Wanita Non-Muslim dengan Jilbab”