Mengambil Pelajaran dari Film

Ada banyak hal yang dilakukan oleh orang seluruh dunia tanpa mengenal usia, jenis kelamin, ras, dan agama. Hal-hal seperti makan, minum, bernapas adalah yang biasa teringat. Tapi ada juga satu bentuk hiburan yang orang seluruh dunia nikmati hingga pada titik tertentu dalam kehidupan mereka: nonton film. Mulai dari klip YouTube pendek dari seorang sutradara lokal sampai dengan trilogi seperti Lord of the Rings, film datang dalam berbagai bentuk dan bisa mempengaruhi kita dalam beragam cara—positif dan negatif—baik kita sadari atau tidak. Ini bergantung dari jenis film yang tonton dan pesan, jika ada, yang mereka coba sampaikan. Imam-imam ahlulbait a.s. mengajarkan kita bahwa ada pelajaran (hikmah) dalam segala hal yang kita lihat. Menerapkan pesan ini ke dalam seluruh aspek kehidupan dapat membuat hal sederhana seperti menonton film menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan nilai diri kita.
Lanjutkan membaca “Mengambil Pelajaran dari Film”

Tauriyah: Ilmu Pamungkas

Tauriyah—bukan taqiyyah—merupakan senjata pamungkas yang mungkin—sadar atau tidak—pernah bahkan sering kita lakukan. Tauriyah memiliki makna perkataan yang mempunyai dua makna; hakiki dan bukan hakiki. Satu makna yang mendekati maksud yang dipahami pendengar, yang satu lagi makna yang berbeda yang dikehendaki pembicara.

Kalau bingung, contoh dari Aa Gym ini akan mempermudah: Seorang pembunuh yang membawa senjata mencari orang yang akan dibunuh. Pembunuh itu bertanya kepada seorang warga, “Lihat fulan lewat sini nggak?” Warga itu ketakutan, lalu menggeser tempat duduknya dan bilang, “Sejak saya duduk sini saya tidak melihatnya.” (Kalau penjahatnya cerdas pasti ketebak…!)

Lanjutkan membaca “Tauriyah: Ilmu Pamungkas”