Maulid Nabi, Poros Persatuan Suni-Syiah

Strategi untuk menghadapi kemajemukan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah dengan silaturahmi dan saling menghormati. Itulah pesan Dr. Perwira, S.H., M.H., M.Si dalam seminar internasional memperingati bulan maulid yang diadakan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan Majelis Ukhuwah Syiah-Sunni (MUHSIN). Hadir mewakili Menko Polhukam, dia yakin bahwa dengan cara tersebut, tidak ada kelompok, baik itu agama atau ras, yang akan merasa lebih tinggi dari kelompok lain.

Dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah, peringatan maulid ini juga dihadiri oleh muslim ahlusunah asal Iran. Melalui seminar dan peringatan maulid tersebut, Dr. Perwira menegaskan bahwa negara menjamin kebebasan sekaligus mengharapkan kontribusi dari seluruh pihak kepada negara dengan cara meniru sifat yang dimiliki oleh Rasulullah saw.
Lanjutkan membaca “Maulid Nabi, Poros Persatuan Suni-Syiah”

Ulama-Umara Sedunia Serukan Persatuan Suni-Syiah

Pada tanggal 9 November 2004, Raja Abdullah II bin Al-Husein dari Yordania menyerukan sikap toleransi dan persatuan di dunia Islam. Seruan ini kemudian dikenal dengan sebutan The Amman Message (رسالة عمان). Meski ditandatangani dan disahkan lebih dari 500 ulama-umara seluruh dunia dari 84 negara, poin-poin tersebut jarang diungkap dan diperkenalkan kepada masyarakat; yang terjadi adalah media bayaran terus mengungkap permusuhan, kebencian dan saling fitnah mazhab.

Lanjutkan membaca “Ulama-Umara Sedunia Serukan Persatuan Suni-Syiah”

Pembunuh Cucu Nabi Masih Hidup!

Oleh: Madiha Zaidi

Imam Husain as. tidak membaiat Yazid.

Inilah pesan umum yang banyak dari kita ajarkan pada anak-anak, baik di sekolah akhir pekan, rumah, atau bahkan kelas-kelas Muharam bagi anak-anak di sepuluh malam pertama. Kemudian kita ajarkan “Setiap hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala.”

Benarkah demikian? Bagaimana mungkin? Padahal Imam Husain tidak syahid setiap hari. Bunda Zainab dan Bunda Sukainah as. tidak dipukul dan tidak dirampas hijab mereka setiap hari. Yazid tidak merampas hak-hak Islam setiap hari. Atau memang demikian?

Lanjutkan membaca “Pembunuh Cucu Nabi Masih Hidup!”