Ibadah Ramadan: Kesalehan Individual atau Sosial?

Seorang wanitaā€”sebut saja Fatimahā€”mengadu kepada seorang ustaz, “Setiap kali masuk bulan Ramadan, akuĀ merasa sedih. AkuĀ bertambah sedih karena akuĀ merasa sedih. Bukankah kata Pak Ustaz, Rasulullah dan sahabatnya menyambut Ramadan dengan gembira?” Mata berkaca-kaca dan hidung memerah, ustaz menjadi yakin kalau wanita itu menangis beneran. Ustaz itu sudah sering menemukan dalam majelis-majelisĀ pengajian, ustaz yang menangis bohongan dan pendengar yang menangis beneran. Lanjutkan membaca “Ibadah Ramadan: Kesalehan Individual atau Sosial?” ā†’

Tidur Ketika Berpuasa, Menurut Cak Nun

Seseorang bertanya kepada Cak Nun, sapaan akrab Emha Ainun Najib,Ā tentangĀ arti sebenarnya riwayat: “Tidurnya orang yang berpuasa itu dapat pahala.” Sebagian orang mengatakan tujuannya adalah menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya memandang aurat, mendengarkan perkataan yang tidak patut atau ngrasani. (Tetapi) orang yang tidur itu tidak tahu apa-apa, sedang untuk mendapat pahala harus mengerjakan sesuatu yang sosial dan niat agar mendapat rida Allah (menjalankan perintah agama). Namun ada juga yang mengatakan, orang tidur itu adalah perpisahan sementara antara jiwa dengan raga. Jiwa bisa pergi ke mana-mana akhirnya orang bisa merasakan mimpi. Lanjutkan membaca “Tidur Ketika Berpuasa, Menurut Cak Nun” ā†’

Sempurnakan Puasa Hingga Malam, Kata Quran

Judul di atas bukan berarti bahwa mereka yang berbuka puasa sebelum masuk waktu malam menjadi tidak sah.Ā Karena masing-masing mazhab punya alasan fikihnya sendiri dalam menentukan waktu berbuka puasa. Tapi sering kali kesalahpahaman membuat orang mengira bahwaĀ mazhab Syiah ahlulbait memiliki waktu berbuka puasa lebih lama dari muslim umumnya.

Misalkan saja sebuah forum diskusi Al-Fikrah.net. Karena ketidaktahuan dikatakan bahwa Syiah berbuka puasa pada waktu Isya atau munculnya bintang. Pengalaman buka puasa bersamaĀ dengan teman-teman ahlusunah, mereka sering mengatakan orang yang menunda tidak mengikut sunah. Seorang teman mengatakan, “Padahal sunahnya kita disuruh bersegera.” Ya, perkataan itu memang benar. Tapi bukankah maksud hadis itu kita dilarang menunda kalau waktunya sudah masuk? Kalau menurut fikih tertentu waktu berbukaĀ belum masuk, apa artinya bersegera?
Lanjutkan membaca “Sempurnakan Puasa Hingga Malam, Kata Quran” ā†’