Ketua MUI: Saya Bukan Pembela Syiah

Prof. Dr. KH. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat), pekan lalu bersama rombongan mengunjungi Iran kurang lebih selama seminggu atas undangan Organisasi Ahlul Bait Internasional. Beliau sangat terkesan dalam kunjungan singkatnya tersebut karena dapat melihat dari dekat suasana spiritual dan semangat kehidupan keberagamaan di Iran serta usaha keras para ulama Iran dalam mewujudkan persatuan antara sesama muslim dan pendekatan antara pelbagai mazhab Islam. Lanjutkan membaca “Ketua MUI: Saya Bukan Pembela Syiah”

Mengapa Saya Tidak Sedekap?

Mengapa sih saya masih bicara tentang fikih sedekap saat salat? Apa tidak ada lagi yang lebih bermanfaat? Atau mau memperpanjang perdebatan? Alasan awalnya sederhana: teman saya terkejut ketika tahu bahwa ada muslim yang salatnya tidak sedekap. Selain itu, melalui tulisan ini saya juga ingin menjelaskan alasan dibalik mengapa saya memilih untuk tidak sedekap.

Ketika menjelaskan perbedaan antara syariah dan fikih, senior saya mengatakan bahwa bersedekap saat salat itu syariah, tapi letak sedekapnya itu—di perut atau di dada—adalah fikih. Maksudnya bahwa syariah itu sudah kepastian agama dan tidak ada yang berbeda pendapat, sedangkan fikih relatif berbeda pendapat.
Lanjutkan membaca “Mengapa Saya Tidak Sedekap?”

Fikih Salat Lima Mazhab

Fikih sebagai cabang (furuk) dalam agama Islam merupakan bagian yang paling sering diperselisihkan, tapi kebanyakan orang tetap menganggapnya sebagai hal yang menarik dan penting. Bahkan terkadang gerakan salat dianggap lebih penting daripada khusyuknya salat. Artikel ini ditulis bukan untuk memperkeruh perselisihan antarmazhab apalagi untuk meningkatkan fanatisme mazhab.

Justru artikel ini ditulis sebagai informasi agar kita mengenal “dunia lain” dalam Islam—jika kita hanya mengenal dunia dari mazhab kita sendiri. Saya berharap dengan mengenal saudara kita yang berbeda mazhab, tidak ada lagi prasangka dan permusuhan. Insya Allah.
Lanjutkan membaca “Fikih Salat Lima Mazhab”