Bukanlah Selawat Nabi Versi Syiah

Dalam sebuah seminar di Sumatera Utara, salah seorang profesor dari sebuah majelis ulama di negeri ini berkata bahwa para pengikutĀ SyiahĀ suka bermain-main dalam salawatnya. Dia mengkritik bahwa Syiah selalu bersalawat kepada keluarga nabi tapi tidak pernah menyebut-nyebut sahabat nabi. Pria bergelar profesor itu mengatakan bahwa di dalam kitab suci umat Islam perintah salawat hanya ditujukan untuk nabiĀ tok. Lanjutkan membaca “Bukanlah Selawat Nabi Versi Syiah” ā†’

Lantunan Seribu Selawat dari Kota Qazvin

Peringatan Perayaan Persatuan (Jashn Vahdat) di kota Qazvin memunculkan pertanyaan: apakah persatuan suni dan Syiah hanya diperjuangkan karena alasan politis? Hanya karena keduanya memiliki musuh bersama, yaitu Israel dan Amerika Serikat? Atau ia merupakan persatuan yang bersifat hakiki dan mendasar dalam agama Islam? Pertanyaan seperti ituĀ sebenarnya sudah memiliki jawabannya dalam Alquran:Ā sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.

Meski di antara suni dan Syiah terdapatĀ perbedaan dalam masalah-masalah fikih, agama pulalah yang mempertegas mereka untuk tetap bersatu dalam hal-hal cabang tersebut. Sebagai contoh, menurut fikih suni Hanafi membaca basmalah dalam salat bukanlah hal yang wajib. Sementara menurut fikih Syiah, membaca basmalah dalam salat adalah wajib, bahkan dianjurkan untuk dikeraskan.

Meskipun menurut fikih Syiah salat yang dilakukan dengan cara seperti mazhab Hanafi itu batal, tetapi Imam Jafar dalam kitab WasĆ¢il mengatakan bahwa salat di belakang mereka (yang berlainan pendapat) seolah seperti salat di belakang Rasulullah saw.
Lanjutkan membaca “Lantunan Seribu Selawat dari Kota Qazvin” ā†’

Haul Imam Husain Persatukan Suni-Syiah

Peringatan gugurnya Sayidina Husain di Masjid Agung At-Tin, Minggu (14/02), kembali menyatukan umat muslim dari berbagai ormas dan mazhab. Ribuan jemaah yang hadir dari perwakilan NU, Muhammadiyah, FPI, HMI, kiai, habaib dan ustaz, bersama-sama berselawat kepada Rasulullah saw. yang dipimpin Hasyim Abdullah dan mengenang kesyahidan cucu Rasul, Sayidina Husain bin Ali. (Terlihat gambar di samping KH. Noer Iskandar SQ sedang menyampaikan ceramahnya).

Ustaz Othman Umar Shahab yang menjadi penceramah pertama sempat menyinggung ayat, “Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali mawaddah pada al-qurbĆ¢’.” (QS. 42: 23). Para mufasir menyatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan keluarga Nabi saw. Mawaddah di sini lebih tinggi dari pada mahabbah, karena mawaddah berarti mahabbah (kecintaan) sekaligus ittiba’ (mengikuti dan mencontoh). Sedangkan al-qurbĆ¢ dengan alif lam menandakan ma’rifah yang merupakan kekhususan kepada keluarga Nabi.
Lanjutkan membaca “Haul Imam Husain Persatukan Suni-Syiah” ā†’