Menteri Agama Angkat Bicara tentang Syiah

November 2014, sebuah ormas bernamaĀ Ahlulbait Indonesia menggelar muktamar kedua mereka di AuditoriumĀ KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama. Tak senang, kelompok intoleran melalui media-medianya mengecam.Ā Mereka mempertanyakan sikapĀ Menteri Agama dan menaruh curiga jikaĀ lembaga yang dipimpinnya telah diperalat. Padahal dalam beberapa kali kesempatan, menteri sudah menegaskan bahwa posisiĀ Menteri Agama adalah menteri bagi semua agama, termasuk yangĀ minoritas.[1] Lanjutkan membaca “Menteri Agama Angkat Bicara tentang Syiah” ā†’

Anak-Anak Ini Ingin Bantu Persatuan Suni-Syiah

“Kalau kita membunuh satu orang sama seperti membunuh seluruh umat manusia. Tapi ISIS membunuh orang-orang seperti membunuh semut!” kata Sofia, 8 tahun. Niamh, 10 tahun, menimpali, “Aku rasa mereka ingin membuat suni-Syiah semakin bermusuhan.” Kedua sahabat ini hangat berdiskusi. Heran dengan konflik sektarian di antara umat Islam, mereka mencoba melacak sejarah masa lalu yang menyebabkan umat Islam masa kini memiliki mental saling membunuh. Pikiran dan hati yang masih bersih dari ego dan pengaruh luar, membawa mereka menelusuri mengapa sejarah menciptakan sejumlah umat Islam bermental pembenci dan pembunuh.

Lanjutkan membaca “Anak-Anak Ini Ingin Bantu Persatuan Suni-Syiah” ā†’

Mewujudkan Persatuan Umat dalam Praktik

Beberapa tahun yang lalu, setelah serangan pertama ke makam suci Imam Askari as. di Samarra, sebuah acara di Islamic Center of America di Dearborn di mana masyarakat Syiah dan suni setempat datang secara bersamaā€”mungkin pertama kalinyaā€”untuk mengutuk tindakan keji tersebut diselenggarakan. Setelah salah seorang pembicara menyampaikan beberapa kalimat “seruanĀ persatuan”, seorang pria yang tersentuh berdiri di antara hadirin dan berteriak, “Unity! Unity! Long Live Unity!” Lanjutkan membaca “Mewujudkan Persatuan Umat dalam Praktik” ā†’