Soleimani Bisa Menyatukan Suni-Syiah, Bagi yang Mau

Good men must die, but death cannot kill their names. Pengaruh Jenderal Qasem Soleimani di Timur Tengah justru semakin kuat pasca-kematiannya nih guys… Soalnya Soleimani emang udah memimpin Pasukan Quds selama lebih dari 20 tahun! Pasukan Quds itu punya tugas khusus untuk melakukan operasi di luar wilayah Iran. Sesuai dengan namanya nih, tujuan utama Pasukan Quds sebenarnya untuk membebaskan tanah Yerusalem.

Lanjutkan membaca “Soleimani Bisa Menyatukan Suni-Syiah, Bagi yang Mau”

Yuk! Belajar Persatuan Suni-Syiah ke Negeri Oman

Siapa bilang negara di Timur Tengah identik dengan perang dan terorisme? Satu-satunya negara di Timur Tengah dengan angka nol dalam Indeks Terorisme Global 2016 adalah Kesultanan Oman.[1] Itu artinya, di negara tersebut “tidak ada pengaruh terorisme”. Oman menjadi salah satu negara paling aman di dunia. Memang, ada perbedaan komposisi muslim di sana. Kalau kebanyakan negara mayoritas muslim jumlah suni dan Syiah saling berhadapan, di Oman mayoritas bermazhab Ibadhi. Lanjutkan membaca “Yuk! Belajar Persatuan Suni-Syiah ke Negeri Oman”

Gagasan Rafsanjani Mengenai Relasi Suni-Syiah

Gaung revolusi Islam Iran yang meletus pada tahun 1979, terdengar hingga ke Indonesia. Banyak orang terinspirasi dengan perjuangan para ulama dalam meruntuhkan kekaisaran Persia terakhir. Segelintir orang di Indonesia bahkan menamai anak mereka dengan tokoh-tokoh arsitek di balik revolusi Iran tersebut. Ada Khomeini, Syariati, Muthahhari, Kamenei—alih-alih Khamenei—dan juga Rafsanjani. Nama yang terakhir, Akbar Hashemi Rafsanjani, wafat pada 8 Januari 2017.

Lanjutkan membaca “Gagasan Rafsanjani Mengenai Relasi Suni-Syiah”