Kita semua tahu atas apa yang menimpa umat Islam saat ini. Zionisme global dan kolonialisme Barat mengira mereka berhasil menguasai kehidupan kaum muslim. Tapi setelah berdirinya Republik Islam Iran, Barat menyadari kekeliruannya. Kini, umat Islam harus menghadapi perang ekonomi, politik, dan budaya dari internal maupun eksternal. Termasuk perang di Palestina dan tempat lain.

Apa yang menimpa umat Islam semakin tragis. Barat menciptakan perpecahan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Islam. Memang, di masa lalu ada perbedaan di antara firkah Islam. Tapi lebih dari 1,5 miliar umat Islam wajib bersatu. Persatuan diperlukan di segala bidang. Memang, menciptakan persatuan itu tugas pemerintahan Islam. Sementara tugas kita adalah menciptakan solidaritas di antara umat: persatuan ilmiah dan persatuan amaliah.

Persatuan ilmiah

Untuk mencapai persatuan ilmiah, kita harus mempelajari isu di antara madrasah ahlulbait dan para khalifah. Dua di antara hal terpenting: Pertama, Al-Qur’an umat Islam adalah Al-Qur’an yang sama di setiap rumah kita. Kedua, kita sepakat bahwa segala perilaku harus sesuai dengan sunah Nabi ﷺ.

Kedua sumber hukum itu merupakan topik sekaligus perbedaan terpenting antara sunnī dan Syiah. Kedua mazhab, misalnya, punya pemahaman yang berbeda terhadap istilah Al-Qur’an. Sebagian muslim memahami kata kursī dalam ayat Kursi secara literal: di langit ada benda yang disebut kursī tempat Tuhan duduk. Sedangkan para imam ahlulbait mengajarkan bahwa makna kata tersebut adalah ilmu.

Perbedaan lain adalah jawaban atas pertanyaan: dari siapa kita harus mempelajari sunah? Apakah dari seluruh sahabat? Apakah seluruh sahabat itu adil? Hal itu diyakini oleh ikhwan ahlusunah. Sedangkan ahlulbait meyakini sunah nabi harus dipelajari dari imam ahlulbait dan sahabat yang adil. Hal ini menjadi salah satu masalah fikih yang dipersengketakan sunnī dan Syiah.

Dengan mengetahui beragam istilah, kita bisa memahami Islam dengan benar. Perbedaan seperti itu dikupas oleh Alamah Sayid Murtadhā Al-‘Askarī dalam kitab Ma’ālim Al-Madrasatain. Beliau tidak menggunakan istilah sunnī dan Syiah, namun maktab para khalifah (khulafa) dan ahlulbait.

Persatuan amaliah

Dalam mazhab ahlulbait ada aturan begini: “Barang siapa yang dalam salatnya tidak mengucapkan bismillāhir-rahmānir-rahīm maka salatnya tidak sah.” Muslim Syiah tidak boleh berimam kepadanya. Sementara mazhab Hanafi tidak meyakini hal itu dan tidak membaca bismillāh. Namun dalam Wasā’il Al-Syī’ah, Imam Shādiq a.s. berkata, “Barang siapa yang salat di belakang mereka (ahlusunah) seolah-olah salat di belakang Rasulullah saw.”

Imam Shādiq a.s. juga pernah berkata, “Salatlah bersama mereka, karena salat bersama mereka di saf pertama seperti orang yang menghunuskan pedang di jalan Allah.” Dengan cara inilah, persatuan amaliah bisa diraih.

Imam Shādiq a.s. biasa duduk bersama Abū Hanīfah. Mereka mendiskusikan tentang akidah dan hukum. Hal ini biasa terjadi di Baghdad. Syekh Thūsī merupakan salah seorang ustaz di Dār Al-Khilāfah Al-‘Abbāsiyah. Tapi ketika Kesultanan Seljuk datang, mereka membakar kursi Syekh Thūsī.

Lalu muncul perbedaan di antara Safawiyah (Safavi) dengan Kekhalifahan ‘Utsmaniyah (Ottoman). Perbedaan yang sebenarnya karena masalah politik, bukan agama. Mu’āwiyah memulai kebiasaan laknat pada tahun 40 H. Imam ‘Alī bin Abi Thālib dilaknat di seluruh mimbar kaum muslimin. Tradisi ini berlanjut hingga periode Umayyah, kecuali dua tahun kekhalifahan ‘Umar bin ‘Abdul-‘Azīz.

Kita harus menghentikan ikhtilaf tentang pelaknatan ini dan perbedaan lainnya. Kita harus meninggalkan perselisihan dan perdebatan yang sia-sia. Kita harus mempelajari dan menelaah pemahaman terhadap tafsir Al-Qur’an dan sunah Nabi ﷺ. Baik Syiah maupun sunnī sama-sama menjelaskan alasan keyakinannya serta serta memahami alasan saudaranya.

قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗعَلٰى بَصِيْرَةٍ

Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku mengajak (kalian) kepada Allah dengan bashīrah.”

Referensi:

Askari, Morteza (28 Shahrivar 1386). “Vahdat Elslami”. Resalat. No.6248.

Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.