Ulama Ahlusunah Sejati adalah Pengikut Jalan Imam ‘Alī

Makna oposisi ‘Alawī dan non-‘Alawī sering kali bercampur satu sama lain. Padahal keduanya harus dibedakan. Satu bisa bermakna perbedaan pandangan sejarah dan fikih antara Syiah dan sunnī. Perbedaan yang sebenarnya bersifat ilmiah dan tidak berdivisi. Masalah lainnya bermakna perbedaan pandangan tentang penerapan agama dan keadilan di masyarakat. Inilah yang memunculkan konfrontasi antara ‘Alawī dan Umawī (Umayyah).

Lanjutkan membaca “Ulama Ahlusunah Sejati adalah Pengikut Jalan Imam ‘AlÄ«” →

Dilema Suni-Syiah (15): Bertemu Ulama Syiah

Raya Shokatfard masih berada di kompleks makam Fatimah Al-Masumah, Qom. Berdiri di samping wanita Iran saat salat memberikan Raya perasaan hangat. Raya suka berada di sana, tapi bagaimana kalau dia tidak menggunakan tanah (turbah) yang biasa digunakan untuk sujud? Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (15): Bertemu Ulama Syiah” →

Dilema Suni-Syiah (14): Berdoa di Makam

Raya Shokatfard kembali tiba di Iran. Tidak lagi menuju rumah pamannya di Tehran, Raya justru langsung menuju Qom dan menyewa persinggahan kecil dekat makam Sayidah Fatimah Al-Masumah. Sayidah Masumah adalah saudari Imam Ridha, imam kedelapan, yang diyakini wafat di Iran ketika akan mengunjungi saudaranya. Dia dipandang sebagai wanita suci dan setiap tahun ribuan orang menziarahi dan berdoa di makamnya—sesuatu yang Raya tidak setujui! Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (14): Berdoa di Makam” →